Liburan ke Taman Sari Jogja, Keindahan Bangunan Bersejarah Milik Kesultanan Yogyakarta

Jogja terkenal sebagai salah satu tempat yang kaya akan budaya dan sejarah. Hal ini tidak terlepas dari keberadaannya sebagai salah satu lokasi kerajaan di Indonesia, yaitu Kesultanan Yogyakarta. Selain Keraton, Jogja juga memiliki bangunan bersejarah yang saat ini dijadikan sebagai destinasi wisata, yaitu taman Sari Jogja. Meskipun sudah dijadikan sebagai tempat wisata, bangunan ini juga masih digunakan sebagai tempat ritual oleh keluarga kerajaan.

Menelusuri Sejarah di Taman Kesultanan Yogyakarta

  1. Pesona Keindahan Taman Sari

Tempat wisata ini memiliki gaya arsitektur yang unik dan sangat berbeda dengan konsep arsitektur di dalam keraton Jogja. Bangunan di tempat ini justru terkesan tematik dan lebih mengutamakan bagian pemandian. Adanya model bangunan yang berbeda ini membuat pengunjung yang awalnya dari Keraton Yogyakarta merasakan suasana yang berbeda saat mendatangi Taman Sari. Mungkin bangunannya sudah tidak semegah pada zaman kerajaan.

Meskipun demikian, ada banyak spot artistik dan bangunan unik, diantaranya dua kolam yang berada di dekat pintu gerbang  dengan ornamen ornamen air mancur menyerupai kepala naga. Selain itu, terdapat gapura panggung dengan tangga yang terbuat dari kayu jati.  Gapura agung menjadi bangunan megah yang tidak kalah menarik dengan ornamen berbentuk sayap burung, yang dulunya dijadikan sebagai transit dari kereta kencana kesultanan.

  1. Fasilitas dan Prasarana Tempat Wisata

Salah satu pertimbangan ketika mengunjungi tempat wisata adalah fasilitas yang dimiliki. Taman Sari Jogja bisa dikatakan memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Pengelola tempat wisata ini menyediakan tempat parkir dan juga toilet. Ada juga pemandu wisata yang bisa menjelaskan kepada anda mengenai sejarah taman kesultanan ini. Selain itu, tempat wisata ini berada di tengah kota sehingga ada banyak tempat makan yang ada di sekitarnya.

  1. Jam Buka dan Tiket Masuk

 

Jam buka tempat wisata ini dimulai pukul 8 pagi hingga jam 2 siang. Jadi disarankan bagi anda untuk mengunjunginya lebih awal agar bisa menikmati liburan di tempat ini lebih lama. Untuk tarif tiket masuknya dibanderol sekitar lima ribu rupiah dan tujuh ribu rupiah untuk wisatawan asing. Sedangkan jika membawa kamera, maka anda akan dikenakan biaya tambahan sebesar dua ribu rupiah. Apabila menggunakan jasa tour guide Taman Sari Jogja, anda akan dikenakan biaya tambahan.

  1. Rute Menuju Lokasi

 

Karena letaknya tidak jauh dari keraton, menemukan tempat wisata ini tidaklah sulit. Anda mungkin hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit saja. Ada dua rute untuk menuju ke taman ini yaitu dari pusat alun alun selatan menuju ke arah barat lewat jalan patehan Lor. Selanjutnya, anda akan menemukan Jalan Taman, dan masuk sehingga tampak Gerbang Taman. Maka anda tinggal memarkirkan kendaraan dan bisa masuk setelah membeli tiketnya.

Sedangkan untuk rute yang kedua yaitu lewat Malioboro, lalu menuju ke arah selatan melalui Titik nol Kilometer dan Kantor Pos. Kemudian, anda bisa meneruskan perjalanan menuju ke alun alun Utara Keraton dan belok kanan ke arah Jalan Ngasem. Anda bisa lurus hingga menemukan Pasar Ngasem. Selanjutnya belok ke Jalan taman sekitar 100 meter, maka anda akan menemukan tembok benteng putih dan bisa menuju ke pintu masuk Taman Sari Jogja.

Mengunjungi tempat wisata ini akan memberikan pengetahuan baru mengenai sejarah dan kebudayan keraton Jogja. Saat liburan bersama teman dan keluarga sebaiknya gunakan mobil, karena akan semakin memudahkan anda untuk melanjutkan perjalanan ke tempat wisata yang lain. Anda bisa menyewanya di D’Mitra Trans Jogja. Selain menyediakan mobil lepas kunci, anda juga dapat menggunakan jasa driver. Tak hanya itu, tarif sewa mobil di tempat ini juga cukup terjangkau.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat